Pantaskah Kita Dibenci ?

Pantaskah Kita Dibenci ?

Pantaskah Kita Dibenci? Dibenci atau membenci adalah hal yang paling meresahkan untuk kita. Namun sampai sekarang masih banyak orang yang saling membenci satu sama lain. Mari semuanya Artikel ini mungkin akan membuka hati anda semua. Tenangkan pikiran dan lapangkan jiwa anda maka benci yang selalu menghantuimu kamu justru akan membuat kita semakin rajin untuk mengevaluasi diri sehingga kebaikan akan segera mengalahkan kebencian.

Hidup ini terlihat sangat seimbang. Hukum keseimbangan juga berlaku pada hal-hal yang sangat biasa dimana Jika ada hal Positif maka pasti ada hal yang Negatif. Ketika ada pemenang maka ada juga Pecundang. Dan ketika ada yang menyukai kita maka selalu ada yang membenci kita.

Benci adalah Tidak suka. dan tidak suka itu adalah lawan dari kata suka. Rasa benci itu selalu muncul dari dalam diri kita sendiri kepada orang lain. Dan benci juga dapat dilihat dari sikap kita sendiri yang sulit untuk kita ubah.

Ketika kita membenci seseorang alanglah lebih baik kita mencari sebuah alasan terlebih dahulu kenapa kita bisa memiliki perasaan yang seprti itu. Dan semua keputusan selalu ditangan kita untuk melanjutkan kebencian kita atau meluruskan semua kebencian.

Mungkin untuk mengintrospeksi adalah sebuah hal yang wajib diperhatikan Dan jika Kebencian yang dilakukan orang lain kepada kita masih ada, Apa yang harus kita lakukan ?
Disni ada beberapa hal yang harus kita pertimbangkan tentang orang yang membenci kita :

1. Haruskah atau Pentingkah kita memikirkannya ? 

Tentang orang-orang yang membenci kita apakah itu sebuah hal yang sangat penting ? Apakah kebencian terlalu penting dalam hidup kita sehinga kita memikirkannya dan dapat merusak hidup kita. Jika orang yang membenci kita sudah meluas seperti memfitnah kita, Kita hanya harus memperbaikinya dan tidak diam saja.

Bisa jadi ada orang yang tidak paham dengan kita, Bisa jadi orang yang membenci kita itu adalah orang yang sangat baik dengan orang lain.

Jika memang cerita buruk itu adalah hal yang penting didalam hidup kamu maka lakukanlah. Tapi jika kamu yakin dengan diam saja maka semua masalah akan lebih baik maka diam sajalah karena keputusan ada ditangan anda.

2. Kita Atau Dia ?

Ketika ada yang membenci kita hal yang harus kita lakukan adalah temukan sebuah hal yang bernama Prioritas. Karena disini kita bisa tahu siapa yang bermasalah dalam hal ini. Kita atau dia ? Jika memang cuma kita berarti dia memang bermasalah dengan kita. Namun jika dia juga membenci banyak orang maka mungkin sebenarnya dia yang bermasalah dalam hal ini.

Dari sini kita bisa menentukan apakah yang benar-benar bermasalah itu dia atau kita, Ketika dia membenci kita namun banyak sekali pihak yang mendukung kita bisa jadi memang kesalahan ada pada dirinya bukan pada kita.

Seperti sebuah kata yang pernah diucap oleh Jhon With ( The Flight) yang berisi "Kita bergosip karena kita gagal mencintai. Ketika kita mencintai orang kita tidak mungkin mengkritik mereka dan jika kita mencintai mereka kegagalan mereka menyakitkan bagi kita."

3. Siapa Yang Terluka ? 

Dengan orang yang membenci kita siapa yang akan terluka? dirinya atau diri kita sendiri ? semua ini mungkin ada masalahnya namun ketika kita dibenci oleh orang yang sedang terluka itu berarti mereka sedang dalam masalah bukan kita. Namun cara terbaik yang harus kita lakukan adalah menolong mereka agar mereka tidak tenggalam dalam masa lalunya agar dirinya tidak terus menerus untuk membenci orang lain dengan alasan yang tidak jelas. 

4. Haruskah Kita Balik Membencinya ? 

Ketika mereka membenci kita pasti selalu terbawa amarah yang tidak jelas dan sudah pasti kita bisa membenci mereka balik namun setelah dipikir-pikir jika kita membenci mereka balik berarti kita tidak jauh berbeda dengan mereka. Akan lebih baik semua orang yang membenci kita, Kita lawan dengan senyuman dan biarkan semua mengalir begitu saja karena kebencian yang dilakukan oleh mereka kepada kita tidak akan pernah mempengaruhi masa dengan kita dan kesuksesan kita. 

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Pantaskah Kita Dibenci ? "

Post a Comment